Alat Untuk Mengukur Tingkat Panas Lingkungan Kerja

Panas lingkungan lebih dari sekadar suhu. Empat faktor yang berkontribusi terhadap stres panas pada pekerja:

  1. Suhu udara.
  2. Kelembaban. Kelembaban relatif yang tinggi membuat tubuh sulit untuk mendinginkan diri melalui keringat.
  3. Panas radiasi dari sinar matahari atau sumber panas buatan seperti tungku.
  4. Gerakan udara. Dalam kebanyakan situasi, angin membantu pekerja mendinginkan diri.

Penilaian panas lingkungan harus memperhitungkan semua faktor ini. OSHA merekomendasikan penggunaan monitor suhu bola bola basah (WBGT) untuk mengukur panas lingkungan tempat kerja .

Perangkat WBGT berisi tiga termometer berbeda:

  • Termometer bola kering untuk mengukur suhu udara sekitar.
  • Termometer bola basah alami untuk mengukur potensi pendinginan evaporatif.
  • Termometer bola hitam untuk mengukur panas radiasi.

Instrumen WBGT harus ditempatkan dekat dengan lokasi kerja. Misalnya, jika pekerjaan berada di bawah sinar matahari langsung, maka instrumen WBGT harus berada di bawah sinar matahari. Pengusaha harus selalu mengikuti instruksi pabrikan WBGT tentang penyiapan, kalibrasi, dan penggunaan.

WBGT memiliki keunggulan penting dibandingkan pengukuran panas lingkungan lainnya. Salah satu keuntungan utama adalah bahwa WBGT memperhitungkan keempat faktor panas lingkungan utama — suhu, kelembaban, panas radiasi, dan angin. Sebaliknya, termometer standar hanya menilai satu faktor (suhu udara). Indeks Panas adalah cara umum lainnya untuk mengukur tekanan panas. Ini diukur di tempat teduh dan menggabungkan suhu udara dan kelembaban relatif untuk mewakili seberapa panas kondisi yang dirasakan saat istirahat. Indeks panas tidak memperhitungkan efek angin, sinar matahari, sumber panas radiasi, atau beban kerja. Suhu udara (dry bulb) juga mengabaikan kelembaban relatif. Semua faktor tersebut dapat mempengaruhi total heat stress yang dialami pekerja.

Panas lingkungan tempat kerja harus diukur di tempat menggunakan pengukur WBGT. Penggunaan indeks panas adalah pengganti yang kurang diinginkan. Sementara laporan cuaca lokal berdasarkan data meteorologi dari stasiun pengamatan dapat berguna, pembacaan dari stasiun ini mungkin tidak mencerminkan kondisi di tempat kerja tertentu. Kondisi panas di tempat kerja mungkin berbeda karena berbagai alasan, mulai dari tutupan awan dan kelembapan hingga heat sink lokal. Potensi kesalahan meningkat dengan jarak dari stasiun cuaca.

Selain kemungkinan kesalahan berdasarkan jarak, laporan cuaca dapat menjadi tidak akurat jika tempat kerja memiliki fitur yang memengaruhi kondisi panas. Fitur-fitur ini meliputi:

Pekerjaan di dalam ruangan — Laporan cuaca tidak dapat mengukur kondisi di dalam gedung.

  • Sinar matahari langsung — Layanan cuaca mengukur suhu dan Indeks Panas di tempat teduh. Bekerja di bawah sinar matahari mungkin jauh lebih panas. Sinar matahari langsung dapat meningkatkan Indeks Panas hingga 13,5°F (7,5°C).
  • Sumber panas — Laporan cuaca tidak dapat menjelaskan panas yang dihasilkan oleh kebakaran, tar panas atau bahan lain, oven, atau peralatan panas lainnya, atau permukaan penyerap panas seperti jalan dan permukaan atap.
  • Penyumbatan angin — Beberapa tempat kerja mungkin lebih panas daripada daerah sekitarnya karena struktur yang menghalangi pergerakan udara. Contohnya termasuk parit dan stadion atletik berbentuk mangkuk.
  • Bahan reflektif — Air, logam, atau bahan lain dapat memantulkan sinar matahari ke pekerja.

Di tempat kerja dengan fitur di atas, laporan cuaca tidak mungkin memberikan perkiraan yang akurat tentang panas lingkungan. Pengusaha harus menggunakan pengukuran di tempat seperti WBGT.

Related News & Articles

PT. Gagas Envirotek Indonesia – Solusi Terbaik untuk Alat Laboratorium Lingkungan, Industrial Hygiene & K3
©2024 Gagas Envirotek Indonesia.