Apa Yang Dimaksud Bahaya Panas Pada Lingkungan Kerja?

Ada banyak faktor yang berperan dalam menciptakan risiko stres panas kerja bagi pekerja. Faktor-faktor ini meliputi:

  • Kondisi lingkungan (seperti suhu udara, kelembaban, sinar matahari, dan kecepatan udara), terutama pada hari-hari berurutan.
    • Adanya sumber panas (misalnya, oven atau tungku tar panas) di area kerja.
  • Tingkat aktivitas fisik, yaitu beban kerja yang menyebabkan produksi panas tubuh.
  • Penggunaan pakaian atau alat pelindung yang dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk kehilangan panas berlebih.
  • Faktor risiko individu/pribadi.

Pertimbangan beban kerja dijelaskan panjang lebar dalam Manual Teknis OSHA . Nilai umum yang diberikan untuk kategori pekerjaan disertakan dalam tabel di Beban Kerja.

Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor di atas saat mengevaluasi risiko stres panas pada pekerja.

Pencegahan penyakit terkait panas dimulai dengan menentukan apakah ada bahaya panas di tempat kerja.

Dua sumber panas berkontribusi pada risiko penyakit terkait panas.

  1. Panas lingkungan dihasilkan oleh lingkungan yang hangat atau panas.
  2. Panas metabolik, yang dihasilkan oleh tubuh, terkait dengan beban kerja (aktivitas fisik).

Untuk menentukan tekanan panas total pekerja, pengusaha harus menilai kedua sumber panas di atas.

Pengusaha harus membandingkan tekanan panas total dengan panduan panas kerja yang diterbitkan. Langkah ini memungkinkan pengusaha untuk menentukan apakah kondisi kerja terlalu panas. Pengusaha harus mengetahui nasihat panas apa pun dari Layanan Cuaca Nasional. Mereka harus tahu bahwa pekerja mungkin mengalami tekanan panas pada suhu yang jauh lebih rendah daripada anjuran panas umum.

Related News & Articles

PT. Gagas Envirotek Indonesia – Solusi Terbaik untuk Alat Laboratorium Lingkungan, Industrial Hygiene & K3
©2024 Gagas Envirotek Indonesia.