
Tidak berolahraga, atau bahkan tidak melakukan aktivitas fisik, merupakan faktor risiko pasti dari kematian dini. Faktanya, tidak aktif dan tidak banyak bergerak menyebabkan lebih banyak kematian di seluruh dunia daripada merokok atau diabetes, menurut sebuah penelitian. Para peneliti menemukan bahwa orang yang paling tidak bugar (seperti yang ditentukan oleh tes treadmill) berada pada 500% peningkatan risiko kematian dini.
Berikut adalah beberapa efek samping berbahaya lainnya dari tidak berolahraga yang dapat memotivasi Anda untuk beranjak dari sofa dan berkeringat. Saat Anda mulai berolahraga, pastikan Anda melengkapi diet Anda dengan makanan yang tepat.
Tidak berolahraga, atau bahkan tidak melakukan aktivitas fisik, merupakan faktor risiko pasti dari kematian dini
Tidak cukup tidur atau bolak-balik di malam hari sepertinya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tetapi jika itu terjadi secara teratur, hal itu dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan — mulai dari penambahan berat badan dan diabetes, penyakit jantung hingga kekebalan yang buruk hingga gangguan mood dan bahkan kecelakaan. Jadi, kurang tidur karena kurangnya aktivitas fisik bisa mengancam jiwa.
Olahraga membantu jantung Anda memompa lebih efisien. Jika jantung Anda bugar, ia harus bekerja lebih ringan untuk memompa darah, dan tekanan melalui arteri Anda berkurang. Jika Anda tidak berolahraga, lama kelamaan kebugaran pernapasan kardio (CRF) Anda menurun. Banyak penelitian telah menunjukkan hal ini: Dalam satu penelitian di Korea Selatan yang diterbitkan dalam American Journal of Human Biology , 3.831 pria tanpa penyakit jantung atau hipertensi diberi dua pemeriksaan kesehatan yang berjarak sekitar 10 tahun. Para peneliti menemukan bahwa subjek yang tingkat kebugarannya menurun selama periode waktu tersebut memiliki 72% peningkatan risiko terkena tekanan darah tinggi dibandingkan dengan subjek yang meningkatkan kebugaran pernapasannya.

Seiring bertambahnya usia, kalsium dari tulang Anda diserap kembali ke aliran darah Anda. Hal ini mengakibatkan penurunan massa tulang dan dapat menyebabkan tulang rapuh, suatu kondisi yang dikenal sebagai osteoporosis. Salah satu cara utama untuk mencegah pengeroposan tulang ini adalah dengan berolahraga. Jika Anda tidak mendapatkan banyak, Anda meningkatkan risiko kelemahan tulang terkait usia.
Kebanyakan ahli setuju bahwa kebiasaan makan Anda berperan lebih besar dalam menambah atau mengurangi berat badan daripada jumlah olahraga yang Anda lakukan. Namun, banyak penelitian telah menunjukkan korelasi antara obesitas dan gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Salah satu penelitian tersebut oleh para peneliti Universitas Stanford yang diterbitkan dalam The American Journal of Medicinemelihat hasil jangka panjang dari lebih dari 17.000 peserta dalam Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional.