

Puasa adalah sebuah ibadah yang dijalankan beberapa agama, seperti perayaan Yom Kippur dan Ramadhan oleh Muslim. Banyak penelitian yang meneliti manfaat berpuasa, termasuk bagaimana hal itu memengaruhi penurunan berat badan.
Pada artikel ini, akan dijelaskan apa yang terjadi pada tubuh selama berpuasa, serta apa yang dapat dilakukan seseorang untuk membuat puasa lebih aman.
Apakah seseorang berpuasa atau tidak, tubuh tetap membutuhkan energi. Sumber energi utamanya adalah gula yang disebut glukosa, yang biasanya berasal dari karbohidrat , termasuk biji-bijian, produk susu, buah-buahan, sayuran tertentu, kacang-kacangan, dan bahkan permen. Hati dan otot menyimpan glukosa dan melepaskannya ke aliran darah kapan pun tubuh membutuhkannya.
Namun, selama puasa, proses ini berubah. Setelah sekitar 8 jam berpuasa , hati akan menggunakan cadangan glukosa terakhirnya. Pada titik ini, tubuh memasuki keadaan yang disebut glukoneogenesis, menandai transisi tubuh ke mode puasa.
Tampaknya puasa itu dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, penelitian memperjelas bahwa ini tidak terjadi pada semua orang. Rencana diet populer termasuk periode puasa 12 jam atau 16 jam, serta puasa 24 jam. Beberapa diet mengharuskan orang untuk minum hanya air selama puasa, sementara yang lain mengizinkan minuman tanpa kalori.
Selain membantu penurunan berat badan, tidak makan selama sehari dapat memiliki manfaat kesehatan lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa puasa 24 jam dapat meningkatkan kesehatan jantung. Beberapa bukti dari penelitian pada hewan menunjukkan bahwa puasa dapat membantu melawan jenis kanker tertentu atau bahkan membantu melestarikan memori .
Menurut ahli gizi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seseorang untuk berbuka puasa dengan aman:
Melihat hal tersbut, maka dapat disimpulkan bahwa berpuasa sangatlah baik untuk kesehatan tubuh kita. PT Gagas mengucapkan selamat berpuasa bagi yang menjalankannya. Semoga kita bisa mendapatkan kemenangan di bulan yang suci ini.